Wilayah yang penduduknya sangat padat membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar, terutama minyak. Bahan bakar minyak sampai saat ini masih belum bisa tergantikah oleh bahan bakar lainnya, sehingga penggunaan minyak bumi sebagai energi semakin berkembang. Minyak bumi tersebut pada umumnya digunakan dibidang industri dan transportasi. Minyak terdiri dari zat – zat organik, mengalami pembakaran dalam penggunaannya. Zat organik tersebut pada umumnya mengalami proses pebakaran yang tak sempurna menimbulkan sisa pembakaran dalam bentuk gas maupun padat.
Sebagai contoh, asap kendaraan serta asap dan jelaga yang di keluarkan dari pabrik merupakan bahan pencemar udara (polutan). Polutan dapat di lepaskan dalam bentuk gas CO (karbon monoksida), CO 2 (karbon dioksida), NO2, SO2, maupun bentuk partikel seperti Pb. Zat – zat tersebut mengubah struktur udara yang kita hirup. Efek polutan terhadap tubuh manusia, sebagai contoh CO2 menyebabkan fungsi darah terganggu. Bila udara yang kita hirup mengandung unsur tersebut maka hemolobin yang seharusnya mengikat O2 akan mengkat CO2. Akaibatnya tubuh kekurangan O2 seningga untuk memenuhi kebutuhan oksigen, jantung dan paru – paru harus bekerja keras.
Bila hal itu berlangsung terus menerus dapat menimbulkan pusing – pusing, daya penglihatan berkurang, mual dan koordinasi otot menurun. Keadaan ini dapat dialami oleh pengendara kendaraan bermotor di kota – kota yang penduduknya padat.
Strategi pengendalian pencemaran udara
1. Pencegahan pencemaran udara ; Mengurangi kuantitas pergerakan kendaraan yang tidak perlu tanpa mengurangi fungsi sosial atau ekonomi, penggalaan bahan bakar non-minyak disetiap transportasi, peningkatan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat pada kualitas udara.
2. Pengendalian sumber pencemaran udara ; Peningkatan kualitas bahan bakar, penerapan ambang batas emisi gas buang kendaraan, penerapan sistem transportasi dan pengelolaan lalu lintas yang efektif.
3. Pemantauan kualitas udara ; pemantauan udara ambien secara optimal, penguatan sistem pemantauan kualitas udara, penyusunan basis data inventarisasi emisi yang berkelanjutan, penyebar luasan informasi secar teratur.
4. Pemantauan dampak pencemaran udara ; pemantauan dan evaluasi dampak pencemaran udara pada tanaman, penurunan pencemaran udara dalam rangka mengurangi dampak gas rumah kaca.
5. Penguatan kelembagaan ; pembentukan perda pencemaran udara, pembentukan tim koordinasi peningkatan kualitas udara perkotaan, penguatan penegakan hukum, mobilisasi sumber pendanaan untuk peningkatan kualitas udara, pembinaan daerah untu upaya peningkatan kualitas udara perkotaan.
Hasil yang di harapkan
1. Terciptanya udara bersih yang layak hirup
2. Meningkatnya taraf kesehatan.
Jumat, 28 Mei 2010
Selasa, 18 Mei 2010
DUKUNG PELESTARIAN BADAK JAWA
Suatu hal yang mengherankan, dunia banyak mengetahui tentang dua spesies badak afrika, yaitu badak putih (Ceratotherium simum) dan badak hitam (Diceros bicornis). Sebaliknya, sedikit yang diketahui tentang tiga spesies badak asia, yaitu badak india (Rhinoceros unicornis), badak jawa (Rhinoceros sondaicos), dan badak Sumatra (Dicerirhinus sumatrensis). Hal ini mungkin terjadi karena badak Afrika sering berada di dataran terbuka sehingga mudah di lihat dan di foto, berbeda dengan badak Asia yang kurang agresif, pemalu, dan lebih senang berlindung di kerimbunan pohon, hutan tropis sehingga jarang terlihat. Kedua spesies badak yang ada di Indosesia yaitu badak jawa dan sumatra merupakan hewan yang dilindungi.
Ciri – ciri Badak Jawa dan Badak Sumatra
Badak jawa berukuran panjang 305 – 320 cm. kulit berwarna abu – abu gelap dan berlipat – lipat, serta tidak mempunyai rambut. Badak ini bercula satu, akan tetapi pada betina kurang jelas sehingga tampak seperti tidak bercula.
Badak sumatra merupakan badak terkecil di dunia, tingginya sekitar 100 – 135 cm, panjang 250 – 280 cm, dan berat 800 – 1000 kg. kulit badak sumatra tidak mempunyai lipatan yang jelas, dan kultnya mempunyai rambut, badak ini bercula dua tapi sering kali cula kedua tidak begitu jelas dan hany seperti benjolan.
Kedua spesies tersebut merupakanhewan pemakan tumbuhan. Mereka memakan lebih dari 100 spesies tanaman dari 61 famili tanaman. Untuk hidupnya badak memerlukan daerah yang luas, sekitar 100 km² per badak. Urin dan butiran kotoran berguna untuk menandai daerah kekuasaannya atau kehadirannya.
Badak jawa dan sumatra merupakan hewan langka di dunia. Hal tersebut tersebut di tetapkan oleh WWF (World Fun for Nature) dan IUCN(International Union for Conservation of Nature and Natura). Hewan tersebut juga dilindungi oleh pemerintah indosnesia.
Pemusatan hewan di satu tempat dapat berbahaya jika terjadi bencana alam, letusan gunung bearapi, kelaparan, perburuann oleh manusia, dan penyakit. Sebagai contoh adalah terjadinya kematian misterius 5 ekor badak Jawa di ujung kulon pada tahun 1982 yang di duga akibat inveksi sejenis antrax yang biasanya menyerang ternak.
Badak diburu secara ilegal terutama untuk di ambil culanya, culanya dipercaya banyak orang dapat menyembuhkan demam dan menambah kekuatan. Sebenarnya cula badak tersusun atas karatin, sama seperti bahan penyusun kuku dan rambut manusia.
Badak mempunyai pola perjalanan yang sama. Dengan kata lain, badak selalu melalui jalan yang sama untuk menuju suatu tempat. Hal ini memudahkan pemburu membuat perangkap untuk menangkapnya. Pemburu hanya badak masuk perangkapnya kemudian membunuhnya.
Badak juga terancam punah karena habitatnya rusak oleh pembatasan hutan untuk pertanian, industri, dan tempat tinggal manusia. Keadaan ini menyebabkan badak menyingkir ke hutan yang lebih tinggi. Padahal sebenarnya badak lebih menyukai hutan lebat di dataranrendah yang berlumpur. Kubangan lumpur diperlukan untuk melindungi kulitnya dari parasit dan pecah – pecah. Kerusakan habitsn menyebabkan badak hidup terisolasi sehingga menghambat perkembangbiakannya.
Pada tahun 1747, badak Jawa di pulau Jawa sangat banyak, mereka merusak tanah pertanian sehingga pemerintah pada saat iti membayar 10 crown untuk setiap badak yang dibunuh. Perintah tersebuut di keluarkan tahun 1747 dan ditari 2 tahun kemudian setelah 500 badak terbunuh.
Pada abad 19 badak jawa masih banyak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pemerintah telah melindungi badak Jawa sejak tahun 1908. Meskipun demikian perburuan badak terus berlangsung. Dari tahhun 1929 – 1967 sekitar 42 badak mati akibat di buru manusia.
Sejak tahun 1967, pemerintah indonesia bekerja sama dengan WWF dan IUCN melindungi badak di Ujung Kulon. Pada saat itu jumlah badak hanya 28 ekor. Berkat kerja sama tersebut jumlah badak meningkat menjadi lebih dari 54 ekor di tahun 1980.
Tahun 1985 dimulai usaha mengembangbiakkan badak Sumatra secara eks-situ (diluar habitat aslinya). Usaha tersebut dilakukan oleh pemerintah Indonesia bekerja sama dengan kelompok kebun binatang di Inggris dan Amerika. Dalam usaha ini , sekitar 11 badak telah dibawa ke luar negeri untuk dikembangbiakkan. Akan tetapi usaha tersebut kurang berhasil sehingga badak – badak tersebutt di lepas kembali untuk dibiakkan di areal hutan di habitat aslinya.
Badak Sumatra mempunyai masa kehamilan 16 bulan dengan jarak kelahiran 2 tahun. Pada kehamilan badak Jawa sekitar 14 – 19 bulan dengan jarak kelahiran 4 tahun. Dan setiap kali melahirkan hanya satu anak.
Dengan demikian badak merupakan mamalia yang berproduksi lambat, oleh karena itu peran kita sebagai masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian badak agar tidak punah, serta pemikiran individualisme (untuk memperkaya diri) dengan menjual cula dan kulit badak harus di buang jauh – jauh, mengingat masa reproduksi badak yang lambat membuat populasi badak mulai menurun, apalagi kalau terjadi perburuan, maka lambat laun badak akan mengalami kepunahan dan anak cucu kita nanti tidak akan bisa melihat badak yang sesungguhnya.
Sumber :
Soetarmi.S. dkk. 1994. BIOLOGI
DUKUNG PELESTARIAN BADAK JAWA
Ciri – ciri Badak Jawa dan Badak Sumatra
Badak jawa berukuran panjang 305 – 320 cm. kulit berwarna abu – abu gelap dan berlipat – lipat, serta tidak mempunyai rambut. Badak ini bercula satu, akan tetapi pada betina kurang jelas sehingga tampak seperti tidak bercula.
Badak sumatra merupakan badak terkecil di dunia, tingginya sekitar 100 – 135 cm, panjang 250 – 280 cm, dan berat 800 – 1000 kg. kulit badak sumatra tidak mempunyai lipatan yang jelas, dan kultnya mempunyai rambut, badak ini bercula dua tapi sering kali cula kedua tidak begitu jelas dan hany seperti benjolan.
Kedua spesies tersebut merupakanhewan pemakan tumbuhan. Mereka memakan lebih dari 100 spesies tanaman dari 61 famili tanaman. Untuk hidupnya badak memerlukan daerah yang luas, sekitar 100 km² per badak. Urin dan butiran kotoran berguna untuk menandai daerah kekuasaannya atau kehadirannya.
Badak jawa dan sumatra merupakan hewan langka di dunia. Hal tersebut tersebut di tetapkan oleh WWF (World Fun for Nature) dan IUCN(International Union for Conservation of Nature and Natura). Hewan tersebut juga dilindungi oleh pemerintah indosnesia.
Pemusatan hewan di satu tempat dapat berbahaya jika terjadi bencana alam, letusan gunung bearapi, kelaparan, perburuann oleh manusia, dan penyakit. Sebagai contoh adalah terjadinya kematian misterius 5 ekor badak Jawa di ujung kulon pada tahun 1982 yang di duga akibat inveksi sejenis antrax yang biasanya menyerang ternak.
Badak diburu secara ilegal terutama untuk di ambil culanya, culanya dipercaya banyak orang dapat menyembuhkan demam dan menambah kekuatan. Sebenarnya cula badak tersusun atas karatin, sama seperti bahan penyusun kuku dan rambut manusia.
Badak mempunyai pola perjalanan yang sama. Dengan kata lain, badak selalu melalui jalan yang sama untuk menuju suatu tempat. Hal ini memudahkan pemburu membuat perangkap untuk menangkapnya. Pemburu hanya badak masuk perangkapnya kemudian membunuhnya.
Badak juga terancam punah karena habitatnya rusak oleh pembatasan hutan untuk pertanian, industri, dan tempat tinggal manusia. Keadaan ini menyebabkan badak menyingkir ke hutan yang lebih tinggi. Padahal sebenarnya badak lebih menyukai hutan lebat di dataranrendah yang berlumpur. Kubangan lumpur diperlukan untuk melindungi kulitnya dari parasit dan pecah – pecah. Kerusakan habitsn menyebabkan badak hidup terisolasi sehingga menghambat perkembangbiakannya.
Pada tahun 1747, badak Jawa di pulau Jawa sangat banyak, mereka merusak tanah pertanian sehingga pemerintah pada saat iti membayar 10 crown untuk setiap badak yang dibunuh. Perintah tersebuut di keluarkan tahun 1747 dan ditari 2 tahun kemudian setelah 500 badak terbunuh.
Pada abad 19 badak jawa masih banyak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pemerintah telah melindungi badak Jawa sejak tahun 1908. Meskipun demikian perburuan badak terus berlangsung. Dari tahhun 1929 – 1967 sekitar 42 badak mati akibat di buru manusia.
Sejak tahun 1967, pemerintah indonesia bekerja sama dengan WWF dan IUCN melindungi badak di Ujung Kulon. Pada saat itu jumlah badak hanya 28 ekor. Berkat kerja sama tersebut jumlah badak meningkat menjadi lebih dari 54 ekor di tahun 1980.
Tahun 1985 dimulai usaha mengembangbiakkan badak Sumatra secara eks-situ (diluar habitat aslinya). Usaha tersebut dilakukan oleh pemerintah Indonesia bekerja sama dengan kelompok kebun binatang di Inggris dan Amerika. Dalam usaha ini , sekitar 11 badak telah dibawa ke luar negeri untuk dikembangbiakkan. Akan tetapi usaha tersebut kurang berhasil sehingga badak – badak tersebutt di lepas kembali untuk dibiakkan di areal hutan di habitat aslinya.
Badak Sumatra mempunyai masa kehamilan 16 bulan dengan jarak kelahiran 2 tahun. Pada kehamilan badak Jawa sekitar 14 – 19 bulan dengan jarak kelahiran 4 tahun. Dan setiap kali melahirkan hanya satu anak.
Dengan demikian badak merupakan mamalia yang berproduksi lambat, oleh karena itu peran kita sebagai masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian badak agar tidak punah, serta pemikiran individualisme (untuk memperkaya diri) dengan menjual cula dan kulit badak harus di buang jauh – jauh, mengingat masa reproduksi badak yang lambat membuat populasi badak mulai menurun, apalagi kalau terjadi perburuan, maka lambat laun badak akan mengalami kepunahan dan anak cucu kita nanti tidak akan bisa melihat badak yang sesungguhnya.
Sumber :
Soetarmi.S. dkk. 1994. BIOLOGI
Rabu, 12 Mei 2010
KAWASAN KARST
Bicara mengenai kawasan karst, Indonesia mempunyai kawasan karst yang sangat luas sekitar ± 15.4 juta hektar, yang tersebar di beberapa wilayah diantaranya, Pulau Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan pulau – kecil lainnya. Kawasan karst Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati maupun non-hayati yang mepunyai nilai – nilai estetika, ilmiah, sejarah, ekonomi, dan social-budaya, sehingga sangat menarik minat nasional dan dunia internasional. Kawasan karst lauser dan pegunungan tengah di papua telah di tetapkan sebagai cagar alam warisan dunia.
KarsT merupakan bentang alam yang sangat menarik dimana berupa bentang alam yang berkembang pada batuan yang mudah larut oleh air, khususnya pada batu gamping. Air hujan dengan karbondioksida akan melarutkan batu gamping sehingga di permukaan membentuk bukit dan lembah , sedang di dalam sebagai proses pelarutan tadi akan membentuk gua dengan berbagai bentukan ornamen yang indah dan terdapat pula sungai bawah tanah.
Proses karstifikasi secara alami akan berlangsung selama ribuan bahkan jutaan tahun dan di pengaruhi oleh banyak faktor . tatanan geologi dan sisem tata air merupakan pengendali utama proses karstifikasi.
Ø Karst Gunung Sewu
Gunung sewu di kenal sebagai kawasan karst yang mempunyai bentuk bukit kerucut dan, luas kawasan ini sekitar ± 13.000 Km² yang setidaknya terdapat 40.000 bukit kerucut , selain bukit kerucut Gunung sewu memiliki lembah kering sepanjang 22 km yang membujura arah utara-selatan, dimulai dari giritontro hingga pantai sadeng.
Masuknya sungai permukaan ke dalam gua suci dan muncul kembali pada beberapa luweng (doline dengan lubangnya vertical), selanjutnya bergabung dengan sungai bawah tanh lainnya, dan muncul di permukaan tanah sebagai mata air di Baron di pantai selatan, serta berbagai fenomena lainnya.
Aspek lain yang terdapat dikawasan ini adalah adanya situs arkeologi, potensi obyek wisata alam, serta biodiversitasnya.
Ø Karst Gombong
Karst gombong membentuk perbukitan pegunungan karangbolong memanjang dari pantaii selatan kearah perbukitan ke bagian utara ketinggian berkisara antara 5 – 400 mdpl dan berbatasan dengan dataran pantai.
Karst Gombong merupakan perbukitan kerucut segi lima yang biasa di sebut sebai cockpt Hill. Bukit kerucut dengan lerengnya yang terjal dan lekuk – lekuk tertutup meruncing ke bagian bawah.
To be continue….
Langganan:
Komentar (Atom)